arrow_back Semua Album
22 August 2026 • 23 Foto

Suara dari Sudut yang Terlupakan: Potret Keresahan Kolektif Komunitas Punk dan Jalanan Santri Tasawuf Underground

Foto-foto yang diabadikan oleh para santri Tasawuf Underground bukan sekadar karya seni dokumenter, melainkan sebuah bentuk perlawanan visual (visual counter-narrative) terhadap realitas jalanan yang keras dan terabaikan Keresahan kolektif mereka merefleksikan potret kota yang tidak ramah bagi keselamatan jiwa dan masa depan kelompok marginal. Melalui lensa kamera, para santri seperti Bang Ade, Bang Pongky, Bang Alvin, dan Bang Jawir menyuarakan kecemasan mendalam atas buruknya tata kelola infrastruktur publik. Mereka menyoroti bahaya kabel-kabel listrik terkelupas yang menjuntai rendah di dekat area pasar, lubang-lubang besar di trotoar yang mengancam keselamatan pejalan kaki tunanetra, hingga kemacetan lalu lintas parah yang diwarnai perkelahian fisik akibat banyaknya pengendara egois yang nekat melawan arus. Mereka gelisah karena di tengah ancaman kecelakaan yang terjadi setiap hari, aparat berwenang seolah absen dari tanggung jawabnya, membiarkan pos-pos polisi kosong tak terpakai. Lebih jauh lagi, keresahan mereka menyentuh aspek stigma sosial dan diskriminasi birokrasi. Mereka merasa sakit hati ketika kontribusi sosial nyata mereka seperti menjaga keamanan lalu lintas secara sukarela, mengurai kemacetan, dan menolong kaum disabilitas menyeberang jalan selalu luput dari pandangan masyarakat umum. Di mata publik dan algoritma digital, mereka kerap disederhanakan hanya sebagai sampah masyarakat atau target operasi penertiban Satpol PP yang dikejar-kejar, ditangkap, lalu dilepaskan kembali ke jalanan tanpa pernah diberikan pembinaan masa depan yang tulus. Melalui rekaman cerita dan visual ini, para santri menuntut pengakuan atas kemanusiaan mereka: bahwa di balik tato dan pakaian lusuh mereka, ada kepedulian yang tulus, tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan hak hidup sebagai warga negara yang setara