Suara dari Sudut yang Terlupakan: Potret Keresahan Kolektif Komunitas Punk dan Jalanan Santri Tasawuf Underground
Foto-foto yang diabadikan oleh para santri Tasawuf Underground bukan sekadar karya seni dokumenter, melainkan sebuah bentuk perlawanan visual (visual counter-narrative) terhadap realitas jalanan yang keras dan terabaikan Keresahan kolektif mereka merefleksikan potret kota yang tidak ramah bagi keselamatan jiwa dan masa depan kelompok marginal. Melalui lensa kamera, para santri seperti Bang Ade, Bang Pongky, Bang Alvin, dan Bang Jawir menyuarakan kecemasan mendalam atas buruknya tata kelola infrastruktur publik. Mereka menyoroti bahaya kabel-kabel listrik terkelupas yang menjuntai rendah di dekat area pasar, lubang-lubang besar di trotoar yang mengancam keselamatan pejalan kaki tunanetra, hingga kemacetan lalu lintas parah yang diwarnai perkelahian fisik akibat banyaknya pengendara egois yang nekat melawan arus. Mereka gelisah karena di tengah ancaman kecelakaan yang terjadi setiap hari, aparat berwenang seolah absen dari tanggung jawabnya, membiarkan pos-pos polisi kosong tak terpakai. Lebih jauh lagi, keresahan mereka menyentuh aspek stigma sosial dan diskriminasi birokrasi. Mereka merasa sakit hati ketika kontribusi sosial nyata mereka seperti menjaga keamanan lalu lintas secara sukarela, mengurai kemacetan, dan menolong kaum disabilitas menyeberang jalan selalu luput dari pandangan masyarakat umum. Di mata publik dan algoritma digital, mereka kerap disederhanakan hanya sebagai sampah masyarakat atau target operasi penertiban Satpol PP yang dikejar-kejar, ditangkap, lalu dilepaskan kembali ke jalanan tanpa pernah diberikan pembinaan masa depan yang tulus. Melalui rekaman cerita dan visual ini, para santri menuntut pengakuan atas kemanusiaan mereka: bahwa di balik tato dan pakaian lusuh mereka, ada kepedulian yang tulus, tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan hak hidup sebagai warga negara yang setara
Jerat Kelalaian di Ruang Publik
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/3.5 10/6400s
Napas Sunyi di Antara Abu dan Plastik
Canon EOS 60D • f/5.6 1/200s
Membingkai Kelalaian: Lensa Kritik untuk BUMN
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.0 10/2000s
Limbah Proyek yang Terlantar
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/5.0 10/40s
Kontras Sosial di Sisi Tiang Kota
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.5 10/800s
Menggantung Nyawa di Dahan Kota
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.5 10/1000s
Membingkai Kenyataan yang Terabaikan
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.5 10/1600s
Lautan Kabel yang Terlantar: Monumen Kelalaian Kota
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.0 10/600s
Bingkai Ironi: Keindahan yang Terhalang Limbah
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/4.0 10/3200s
Menantang Maut di Sisi Tiang Kota
NIKON CORPORATION NIKON D300S • f/3.5 10/8000s
Laju Bahaya di Antara Aturan yang Dilanggar
NIKON CORPORATION NIKON D5300 • f/5.6 10/1000s
Jerat Sunyi di Jalur Keseharian
SONY ILCE-6000 • f/7.1 1/125s
Roda Kesetaraan: Angkutan Gratis untuk Hak Mobilitas Semua Warga
SONY ILCE-6000 • f/8.0 1/100s
IMG_0005b
Canon EOS M3 • f/6.3 1/160s
Laju Egoisme di Jalur Satu Arah
Canon EOS M3 • f/6.3 1/160s
Jembatan Empati di Simpang Sunyi
Canon EOS 60D • f/4.5 1/60s
Melodi Setara: Pertemuan Dua Dunia di Balik Kemudi
Canon EOS 60D • f/4.5 1/50s
Simfoni Macet di Ujung Senja
Canon EOS 60D • f/5.6 1/200s
Sirkulasi Sampah Kota: Beban Berat di Balik Laju Pagi
Canon EOS 60D • f/7.1 1/250s
Dapur Sosial: Rumah Kedua Penjaga Solidaritas Akar Rumput
Canon EOS 1300D • f/3.5 1/60s
Monumen Bahaya: Ironi Anggaran di Balik Kabel Kusut
Canon EOS 60D • f/4.5 1/80s
Menembus Batas Simbolis: Ekspresi Kreatif Komunitas Marginal di Ruang Publik Lebak Bulus
Canon EOS 1300D • f/3.5 1/50s
Melodi Tertib di Gerbang Selamat Datang
Canon EOS Kiss X5 • f/7.1 1/80s